Hotline : 0815-1121-9955
Bahasa: 

News at PT. Abdi Properti Indonesia

BAGAIMANA KALAU HARGA TANAH LEBIH MURAH ATAU LEBIH MAHAL DARI HARGA BANGUNAN ?

BAGAIMANA KALAU HARGA TANAH LEBIH MURAH ATAU LEBIH MAHAL DARI HARGA BANGUNAN ?

Posted : 02 September 2015

Oleh : Eric Hermanto – PT. Abdi Properti Indonesia

 

Salam rumah untuk semua,

 

Hai sobat properti, pernah terpikir tidak, bagaimana kalau harga tanah lebih murah dari harga bangunan atau harga bangunan lebih murah dari harga tanah ? lalu strategi apa yang harus diambil ?

Ngomong-ngomong. Berapa sih harga  tanah? berapa sih harga bangunan ?

Pada saat artikel ini dibuat harga bangunan untuk rumah tinggal standar sekitar Rp. 3,5 juta  per m2, kalau harga tanah relatif bergantung lokasi mulai dari 100 ribu per m2 sampai 100 juta per m2.

Ok, pertama-tama kita bahas kondisi dimana harga tanah lebih murah daripada harga bangunan. Strategi yang perlu diambil adalah sesuaikan spek bangunan dengan harga tanah, dan sebaiknya bangunan satu lantai saja. Karena jika dibangun dua lantai, nanti akan menemui kesuliitan pada saat akan dijual. Dan yang lebih penting sesuaikan dengan kondisi sekitar. Jika di sekeliling dibangun satu lantai ya baiknya kita jangan bangun dua lantai.

Ada satu contoh kasus teman saya, dia tinggal di suatu lokasi di area kosambi, jakarta barat, dimana harga tanah lebih murah dari harga bangunan, dan rumah di  sekitar lokasi didominasi bangunan satu lantai, jalan menuju lokasi hanya bisa dilalui satu mobil. Tapi karena dia nyaman dan sudah cocok dengan lokasi, kemudian dia bangun bangunan 3 lantai. Apakah ini benar ? benar menurut teman saya, tapi jika dilihat dari sudut pandang investasi properti, cara yang dia lakukan salah sekali. Karena jika suatu saat, dia mau jual ataupun sewa pasti agak susah, kalaupun bisa terjual ataupun tersewa, pasti harganya jatuh banget.

Kemudian ada satu contoh kasus lagi di area kunciran, tangerang, jalanan bisa dilalui 2 mobil dan cukup ramai, tapi harga tanah masih lebih murah dari harga bangunan, lokasinya cocok dibangun ruko. Pertanyaannya mau dibangun ruko 1 lantai atau 2 lantai atau 3 lantai ? sedangkan di sepanjang jalan tersebut di dominasi oleh alfamart dan indomaret serta bangunan 1 lantai. Kalau menurut hemat penulis baiknya dibangun ruko 2 lantai karena ruko ukuran luasnya sudah kecil, sehingga hitungannya tidak masuk jika hanya dibangun 1 lantai. Tapi di sepanjang jalan tersebut ada juga yang bangun ruko 3 lantai. Ya kalau menurut penulis bangunan ruko 3 lantai dilihat dari sudut pandang investasi properti tidak tepat karena belum sesuai dengan pangsa pasarnya.

Lalu bagaimana kalau harga tanah lebih mahal daripada harga bangunan. Untuk mengimbangi mahalnya harga tanah, maka bangunan harus dibangun setinggi-tingginya. Misal kalau suatu area komersial dengan harga tanah di angka 20 juta per m2, maka cocoknya dibangun high rise building seperti gedung perkantoran, jika areanya cocok untuk hunian maka bangunlah apartemen. Atau jika memang area sekitar adalah komplek ruko dengan harga tanah di atas 10 juta per m2, maka bangunlah ruko setinggi-tingginya semisal 5 lantai agar seimbang dengan harga lahannya. Bagaimana dengan rumah tinggal dengan harga di atas 20 juta per m2 ? rumah tinggal area tersebut pasti ada unsur prestisenya, ya jadinya cocok-cocok aja dibangun rumah 2 lantai  sampai 3 lantai.

Selamat berinvestasi properti.